Sejarah Internet

Sejarah Internet dimulai pada tahun 60-an, yaitu ketika Levi C. Finch dan Robert W. Taylor mulai melakukan penelitian tentang jaringan global dan masalah interoperabilitas. Selanjutnya, beberapa program penelitian mulai dilakukan untuk ....

Perkembangan Processor INTEL sampai Sekarang

Pada tahun 1971 munculah microprocessor pertama Intel , microprocessor 4004 ini digunakan pada mesin kalkulator Busicom. Dengan penemuan ini maka terbukalah jalan untuk memasukkan kecerdasan buatan pada benda mati....

HTML / HTML

HTML = HyperText Markup Language. Bahasa Markup ( berdasarkan id.wikipedia, bahasa markup berarti kombinasi teks dan informasi tambahan mengenai teks tersebut. markup = markah/penanda, atau dalam HTML yang memberikan fungsi tertentu ) yang....

Yang Unik dari Google

Buka http://www.google.com, ketikkan kata “google bsd” pada keyword, lalu tekan tombol “I’m Feeling Lucky atau Saya Lagi Beruntung” maka anda akan dibawa masuk ke tampilan google dengan ...

Programmer dan Kode Etiknya

Programmer adalah orang yang bekerja membuat atau merancang sebuah system untuk membantu memudahkan pekerjaan manusia yang menggunakan media Komputer. Sekarang ini banyak sekali Programmer-programmer baik freelance maupun....

Tampilkan postingan dengan label Enkripsi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Enkripsi. Tampilkan semua postingan

15 Des 2012

Sejarah Enkripsi

Enkripsi dilaporkan sudah ada sejak zaman dahulu, dimana jenderal-jenderal bangsa Sparta menulis pesan-pesan mereka pada perkamen yang dililitkan pada sebuah silinder yang tipis. Ketika perkamen dilepas dari silindernya, pesan-pesan yang ditulis muncul sebagai huruf-huruf yang urutannya tidak mempunyai arti atau acak dan hanya bisa dibaca dengan melilit perkamen tersebut pada silinder dengan ukuran yang sama ketika penulisannya. Pada saat abad ke 5 SM, seorang berbangsa Yunani yang bekerja pada kerajaan Persia mengirim sebuah pesan ke Yunani agar melakukan pembunuhan. Pesannya dikirim dengan cara men-tatonya pada kepala budaknya yang dipercaya. Ketika rambut pada kepala budak itu tumbuh kembali, tidak ada indikasi bahwa sebuah pesan telah dibawa. Metoda-metode jenis ini terus digunakan sampai Perang Dunia I, ketika agen-agen dikirim melewati garis pertahanan musuh dengan pesan-pesan ditulis pada kulit mereka dengan tinta yang tak kelihatan.

Bangsa Yunani juga melakukan cipher pertama yang tercatat dalam sejarah dengan menggunakan subsitusi numerik. Cipher ini biasanya dioperasikan dengan menulis huruf alfabet pada sebuah grid dan kemudian menggunakan koordinat grid untuk menukar setiap huruf pada sebuah pesan.

Sejarah Enkripsi
SEND REINFORCEMENTS TO ITHACA

34 51 33 41 24 51 42 33 12 43 24 31 51 23 51 33 44 34 44 43 42 44 32 11 31 11

Cipher bisa dengan mudah diubah dengan mengganti pola dari huruf-huruf pada tabel di atas. Julius Caesar juga menggunakan cipher subsitusi yang sederhana, menggunakan huruf alfabet yang biasa, tetapi mengganti satu huruf dengan yang lain. Pada sistem ini, Caesar menulis D mengganti A dan E mengganti B.

Cipher yang digunakan dalam bidang militer meningkat sejak abad ke 18, dan metoda yang digunakan semakin rumit. Sebagai tambahan dari metode subsitusi, digunakan cara-cara lain seperti menyembunyikan pesan di dalam partitur musik.Perang sering kali menjadi waktu untuk inovasi kriptografik karena pentingnya menyimpan informasi dari jangkauan tangan musuh, dan militer tetap menjadi pemakai utama dari enkripsi. Sejak Perang Dunia II, metode mekanis telah umum dibandingkan sistem manual. Dari sistem seperti mesin Enigma yang berasal dari Jerman, sampai software packages untuk komunikasi berbasis komputer seperti e-mail, atau device untuk mengenkripsi komunikasi suara. Enkripsi suara semakin rumit karena enkripsi biasanya beroperasi pada aliran data digital dan suara biasanya berupa sinyal analog – sehingga gelombang suara harus didigitalkan dan kemudian dienkripsi sebelum melakukan transmisi dan kemudian di dekripsi dan diubah kembali ke bentuk gelombang sinyal analog untuk penerima. Kebanyakan enkripsi konvensional mengharuskan kedua pihak untuk membagi sebuah secret key, yang digunakan bersamaan dengan sebuah algoritma untuk mengenkripsi atau mendekripsi sebuah file.

Sistem enkripsi juga membutuhkan sebuah algoritma, yang mengatur proses yang digunakan untuk mengenkripsi pesan. Ada beberapa algoritma yang tersedia untuk enkripsi, beberapa diantaranya dirahasiakan oleh pengembangnya dan beberapa dibuat terbuka buat umum. Pada awal tahun 1970an, algoritma Data Encryption Standard diperkenalkan, yang menggunakan key 56 bit untuk mengenkripsi dan mendekripsikan informasi. DES membagi setiap pesan dalam blok-blok dan meng-encode setiap blok satu pada setiap waktu. DES diadopsi sebagai algoritma yang diakui untuk penggunaan US Federal, tetapi tidak lagi dianggap cukup aman karena sebuah key 56-bit bisa dibuka secara paksa dalam waktu yang relatif cepat. DES kemudian diganti oleh Advanced Encryption Standard (AES), menggunakan algoritma Rijndael. AES beroperasi dengan key 128,192, atau 256 bit. Pada skema kriptografi public key, setiap pemakai mempunyai satu pasang key : satu private dan satu lagi public. Public key tidak bersifat rahasia biasanya disediakan kepada semua orang yang ingin mengirim sebuah pesan yang terenkripsi kepada pemilik key. Pengirim menggunakan public key untuk mengenkripsi sebuah pesan dan penerima (pemilik kedua key) kemudian menggunakan private key untuk mendekripsi pesan yang masuk. Hanya private key yang cocok yang bisa membuka pesan yang diamankan dengan public key.

Enkripsi Data

Enkripsi Data

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia enkripsi berarti tulisan, kode, sandi. Sedangkan secara umum, enkripsi merupakan proses konversi data ke dalam teks sandi (cipher) yang tidak bisa dimengerti oleh orang yang tidak berhak. Enkripsi dapat juga diartikan sebagai upaya untuk mengamankan data/informasi. Enkripsi dapat digunakan untuk melindungi informasi sensitif selama transmisi dan penyimpanan. Definisi lain mengenai enkripsi adalah proses mengubah teks terang (plaintext) menjadi teks sandi (ciphertext) dengan menggunakan kunci enkripsi.
Hal-hal yang berkaitan dengan proses enkripsi antara lain:
  • Teks terang (plaintext) merupakan teks yang masih dapat dibaca.
  • Teks sandi (ciphertext) merupakan teks yang sudah tidak dapat terbaca sampai teks tersebut didekripsi (dibuka) menggunakan kunci.
  • Kunci enkripsi (encryption key) merupakan sebuah informasi yang digunakan untuk mengenkripsi dan mendekripsi data.
Untuk membaca file terenkripsi, maka kita harus memiliki akses ke kunci rahasia atau password yang memungkinkan kita untuk mendekripsi teks tersebut, sehingga teks itu dapat terbaca kembali.

TUJUAN ENKRPSI
Sasaran proses enkripsi, yaitu untuk memenuhi:
  1. Kerahasiaan: untuk menjaga isi data/informasi dari siapapun kecuali yang memiliki otoritas/kewenangan atau kunci rahasia untuk membuka informasi yang telah dienkripsi tersebut.
  2. Integritas data: untuk menjaga keutuhan data. Penerima pesan dapat memeriksa apakah pesan dimodifikasi dengan sengaja atau tidak selama proses transmisi.
  3. Otentikasi: untuk menjaga keaslian berita maupun user. Penerima pesan dapat membuktikan keaslian pesan. Otentikasi dapat berupa otentikasi user maupun otentikasi data. Otentikasi data berarti memastikan bahwa data yang dikirimkan benar-benar berasal dari user yang dikehendaki/yang berkepentingan, sedangkan otentikasi user berarti memastikan bahwa user yang mengirimkan data kepada penerima benar-benar useryang dimaksud/berkepentingan.
  4. Non-repudiasi/nirpenyangkalan : untuk mencegah terjadinya penyangkalan. Pengirim pesan tidak dapat menyangkal bahwa dia telah mengirim pesan.
PENGGUNAAN ENKRIPSI
  1. Enkripsi digunakan untuk melindungi data tentang user, seperti user name dan password.
  2. Enkripsi membantu dalam menyimpan informasi sensitif pada komputer atau media penyimpan lainnya secara aman.
  3. Enkripsi dapat memberikan kepercayaan yang lebih ketika menerima file dari pengguna lain, dikarenakan enkripsi dapat menjamin/memastikan bahwa sumber dan isi pesan yang diterima berasal dari sumber yang terpercaya (otentikasi).
  4. Enkripsi memberikan media yang aman untuk user dalam berkomunikasi melalui jaringan.
TIPE ENKRIPSI
  1. Enkripsi Simetrik, disebut juga dengan enkripsi kunci rahasia atau kunci privat, yaitu enkripsi yang menggunakan kunci yang sama untuk proses enkripsi dan dekripsinya.
  2. Enkripsi Asimetrik, disebut juga dengan enkripsi kunci publik, yaitu enkripsi yang menggunakan kunci yang berbeda untuk enkripsi dan dekripsi. Untuk proses enkripsi menggunakan kunci publik (kunci publik dapat diketahui oleh orang lain atau tidak bersifat rahasia), sedangkan untuk proses dekripsi menggunakan kunci privat (kunci privat harus dirahasiakan/hanya pemilik kunci privat yang mengetahui kunci tersebut).
  3. Fungsi Hash, merupakan fungsi enkripsi yang dapat menggunakan kunci atau tidak untuk enkripsi dimana panjang pesan yang akan dienkripsi bebas, tetapi akan menghasilkan message digest dengan panjang tetap (berapapun panjang pesan yang akan dienkripsi akan menghasilkan sejumlah message digesttetap dengan panjang n). Message digest merupakan sebutan untuk output dari fungsi hash.
ENKRIPSI SIMTERIK VS. ENKRIPSI ASIMETRIK
Enkripsi Simetrik
Enkripsi Asimetrik
Enkripsi Simetrik menggunakan hanya satu kunci untuk enkripsi dan dekripsi Enkripsi Asimetrik menggunakan kunci publik (kunci bersifat tidak rahasia) untuk enkripsi dan kunci privat (kunci yang bersifat rahasia) untuk dekripsi
Kunci harus dijaga kerahasiaannya dan tidak dapat disebarkan secara bebas Kunci publik dapat disebarkan secara bebas dan dapat diketahui oleh orang lain, akan tetapi kunci privat harus dijaga kerahasiaannya
Pengirim dan penerima harus mengetahui kunci rahasia tersebut Pengirim cukup mengetahui kunci publik dari penerima
Enkripsi simetrik dapat mengenkripsi data lebih cepat Proses enkripsi pada asimetrik lebih lambat
Algoritma enkripsi simetrik lebih sederhana dan lebih cepat Algoritma enkripsi asimetrik lebih kompleks
Enkripsi simetrik memberikan kerahasiaan dan integritas data Enkripsi asimetrik memberikan kerahasiaan, integritas data, otentikasi dan nirpenyangkalan

SERTIFIKAT DIGITAL
Sertifikat digital adalah sebuah kartu elektronik yang menyediakan informasi mengenai jati diri pemilik kunci publik dalam transaksi online. Sertifikat digital digunakan bersama dengan sistem enkripsi asimetrik.
Sertifikat digital bertindak sebagai file elektronik untuk lisensi driver, paspor, atau kartu keanggotaan dan memverifikasi identitas semua pengguna yang terlibat dalam transaksi online. Sertifikat digital dikeluarkan oleh pihak ketiga yang dikenal sebagai Certification Authority (CA). Sertifikat digital digunakan untuk menyatakan bahwa user, website yang digunakan merupakan sumber terpercaya.

Secara umum sertifikat digital terdiri dari:
  1. Nama pengguna
  2. Kunci publik pengguna
  3. Masa berakhir kunci publik yang digunakan
  4. Nama dari Certificate Authority (CA) yang menerbitkan sertifikat digital
  5. Angka serial dari tanda tangan digital (digital signature)
  6. Tanda tangan digital dari CA (penerbit)